Minggu, 23 Februari 2014

3 Jenis Aplikasi Yang Wajib Diunduh Setelah Membeli Android

Setelah membeli perangkat Android baik smartphone maupun tablet, sebagian besar pengguna tentu akan mengalami keranjingan download aplikasi. Bagaimana tidak? Menurut data terakhir yang dirilis Google, sekitar 50 persen dari 200 ribuan aplikasi yang tersedia di Google Play Store bisa dimiliki secara gratis.

Namun, hal tersebut nyatanya kurang efektif. Sistem operasi Android yang bersifat open platform memang memberikan keuntungan bagi pengguna karena ketersediaan jenis aplikasi yang sangat beragam. Untuk lebih mengefesienkan kinerja sebuah perangkat Android, sebenarnya terdapat beberapa jenis aplikasi yang wajib diunduh oleh para pengguna.

Kali ini basri akan memberikan tips tiga jenis aplikasi yang wajib diunduh pengguna setelah membeli perangkat Android:

1. Browser

Jangan merasa puas dengan browser versi default bawaan di perangkat Android yang ada. Anda harus mencoba aplikasi browser-browser lainnya yang memang tersedia untuk platform Android. Antara lain seperti Dolphin HD, Firefox, Skyfire, dan Chrome.

Browser-browser tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Firefox dan Chrome memang sudah memiliki reputasi yang tak perlu diragukan, namun browser lain seperti Skyfire pun tak kalah bagus karena telah dilengkapi kemampuan untuk membuka laman berformat Flash secara langsung.

2. 3G Counter

Dengan segudang aplikasi dan fitur yang membutuhkan trafik data internet secara konstan, Android menjadi perangkat yang sangat 'haus' data internet. Meski saat ini sejumlah operator seluler telah menetapkan biaya paket data internet dengan banderol cukup terjangkau, namun ada baiknya Anda mengunduh aplikasi jenis 3G counter untuk mengendalikan penggunaan data Internet.

Salah satu aplikasi kategori 3G counter yang telah populer di kalangan pengguna Android adalah 3G Watchdog. Aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis ini dapat memberikan notifikasi bila akses data internet 3G Anda telah melewati batas atau hampir mencapai limit.

3. Anti Virus

Android adalah perangkat dengan tingkat kemanan yang sangat rawan. Bahkan menurut data terakhir, lebih dari 90 persen malware yang beredar tercipta untuk menyerang Android. Hal ini jelas membutuhkan perhatian ekstra. Saat ini di Google Play Store telah tersedia banyak aplikasi anti virus seperti AVG, Trend Micro, hingga Norton by Symantec yang bisa didapatkan dengan sistem berlangganan.

Bagaimana Agar Flashdisk Kebal dari Virus?

Banyak dari kita yang hampir setiap harinya memanfaatkan flashdisk atau yang dikenal pula dengan nama Universal Serial Bus (USB) untuk memenuhi kebutuhan perpindahan data dari satu PC ke PC lain. Selain dimensinya yang kompak dan mendukung mobilitas, flashdisk juga banyak digunakan berkat cara kerjanya yang sangat simpel.

Namun sayang, karena fungsinya yang kerap diintegrasikan ke banyak PC, flashdisk menjadi sangat rentan untuk tertular virus. Cuma 'colok' flashdisk sebentar ke PC, tiba-tiba flashdisk Anda sudah tertular dan bisa menyebarkan virus.

Kenapa flashdisk mudah tertular virus?

Kadang kita terheran-heran kenapa virus dapat begitu cepat menginfeksi dan tersebar bermediumkan flashdisk. Secara teknis, penyebab utamanya adalah fasilitas autorun yang ada di sistem operasi Windows.

Sebenarnya, fasilitas autorun yang ada sejak era sistem operasi Windows XP dihadirkan dengan niat baik, yaitu memudahkan pengguna. Setiap kali kita memasukkan media penyimpanan atau perangkat eksternal (baik CD/DVD atau flashdisk), file autorun.inf di dalam media eksternal tersebut langsung berjalan agar isi di dalamnya bisa langsung diakses dengan mudah oleh pengguna. Contohnya ketika Anda memasukkan CD musik, Windows langsung menjalankan Windows Media Player atau Winamp.

Namun niat baik tersebut ternyata dimanfaatkan para pembuat virus untuk menularkan dan menyelebarluaskan virus. Dengan memodifikasi file autorun.inf pada perangkat eksternal, virus bisa langsung berjalan dan menularkan program jahat setiap kali flashdisk tertancap di PC. Bisa pula sebaliknya, komputer langsung menularkan virus ke file autorun.inf pada setiap flashdisk yang pernah tertancap.

Bagaimana solusinya?

Menilik cara kerja penularan virus tersebut, cara pencegahan penularan dan penyebaran virus via flashdisk sebetulnya cukup sederhana. Di sisi PC, pengguna harus mengondisikan agar fasilitas autorun dinonaktifkan. Di sisi flashdisk, pastikan file autorun.inf tak bisa dimodifikasi.

Untuk mewujudkan dua tahap pencegahan tersebut Anda dapat menggunakan aplikasi khusus. Dua aplikasi yang kerap digunakan adalah BitDefender Immunizer dan Panda USB Vaccine. Kedua aplikasi ini akan melindungi PC maupun flashdisk Anda dari penularan virus.

Cara kerja kedua aplikasi ini seperti yang telah kami jelaskan, yaitu menonaktifkan fasilitas autorun di PC, sekaligus melindungi file autorun.inf dari modifikasi virus. Keduaanya pun tersedia secara gratis, jadi silakan unduh dan gunakan dengan sebaik-baiknya.

Anda hanya perlu menjalankan aplikasi tersebut, lalu aplikasi akan mendeteksi apakah fasilitas autorun pada PC masih aktif atau tidak. Jika iya, aplikasi ini akan merekomendasikan Anda untuk mematikan fasilitas tersebut.

Setelah itu, Anda tinggal melakukan langkah imunisasi flashdisk yang hendak Anda lindungi. Pilih flashdisk dari menu yang ada, lalu tekan tindakan Immunize atau Vaccine. Sesaat kemudian, file autorun.inf di flashdisk Anda akan diganti dengan file serupa yang baru dan kebal penularan.

Jangan khawatir, Anda tak perlu repot-repot memindahkan berbagai file penting di dalam flashdisk bila ingin melakukan proses ini. Semuanya akan tetap aman dan tidak mengalami modofikasi sedikit pun.

Gampang bukan? Langsung saja unduh salah satu dari kedua aplikasi tersebut dan lakukan langkah-langkah yang disarankan. Selamat mencoba. (bas/ibas) Kutip- See more at: http://tekno.liputan6.com/read/687916/bagaimana-agar-flashdisk-kebal-dari-virus-ini-caranya#sthash.v2cK25uK.dpuf

6 Tips Membeli Smartphone Android Second

Ponsel pintar Android saat ini telah menjadi tren bagi banyak orang. Selain membeli smartphone Android baru, tak sedikit orang yang lebih memilih untuk membeli smartphone Android bekas atau second. Selain harganya yang lebih terjangkau, sebagian orang juga terkadang ingin membeli seri ponsel Android tertentu yang sudah tidak lagi dipasarkan.

Nah, bagi Anda yang sedang merencanakan ingin membeli smartphone Android second, ada baiknya Anda simak dulu 6 tips membeli smartphone Android berikut ini ya.. :)

1. Bandingkan Harga Pasaran

Sebelum membeli sebuah smartphone Android second, ada baiknya ada mengecek terlebih dulu harga pasaran dari seri ponsel yang ingin Anda beli. Untuk mempermudah, Anda hanya perlu browsing harga ponsel di internet.

Dari sini Anda dapat menetapkan harga rata-rata dari banyak informasi yang Anda dapatkan, karena umumnya harga dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh kondisi ponsel. Maka Anda jangan terlalu terburu-buru ketika mendapat tawaran membeli smartphone Android second dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasaran. Bisa jadi handset tersebut dalam kondisi yang tidak baik.

Untuk lebih aman, carilah smartphone Android second yang ditawarkan dengan harga awal yang sesuai harga pasaran.

2. Periksa Kelengkapan

Setelah Anda menemukan ponsel second yang diinginkan dan harganya cocok, langkah selanjutanya adalah Anda diharuskan memeriksa kelengkapan dari perangkat tersebut. Beberapa ponsel android pada paket penjualannya secara default disertakan kelengkapan seperti charger, kabel HDMI, headset dan berbagai kelengkapan lainnya. Jangan sampai ada yang tertinggal kelengkapan tersebut agar anda dapat mengoptimalkan ponsel android anda dengan sebaik-baiknya.

3. Periksa Garansi

Anda sangat disarankan untuk memeriksa masih ada atau tidak dan sampai kapan masa berlaku kartu garansi tersebut. Bila sudah tidak ada atau tidak berlaku, Anda harus menanyakan penyebabnya secara rinci. Sebab, bisa jadi kartu garansi tersebut sudah tidak berlaku karena sang pemilik sebelumnya pernah membongkar perangkat Android yang ingin Anda beli di luar dealer resmi.

Jika kartu garansi masih ada, maka periksa dengan seksama sampai kapan masa berlakunya. Hal ini penting mengingat ketersediaan dan masa berlaku garansi dapat mempengaruhi harga yang ditawarkan.

4. Periksa Nomor Imei

Pastikan nomor imei perangkat Android sama dengan nomor imei di kardus kemasan penjualan. Pada ponsel Android Anda bisa mengeceknya hanya dengan menekan *#06# lalu call atau yes, atau bisa juga dengan memeriksa stiker imei yang tertempel di bagian belakang perangkat dekat baterai.

5. Periksa Kondisi Fisik

Pastikan ponsel Android second yang akan dibeli mulus tanpa banyak goresan. Lihat juga label dan stiker hologram di bagian belakang HP, untuk melihat apakah sudah pernah diservis atau belum.

Selain itu, jangan lupa memeriksa bagian baterainya. Baterai perangkat Android sangat rawan mengalami penggembungan dan membuatnya menjadi bocor dan mudah habis. Bila Anda menemukan penggembungan pada baterai, lebih baik minta diganti dengan baterai baru yang juga original.

Kondisi fisik bisa sangat mempengaruhi harga perangkat. Semakin banyak cacat yang ada pada bodi ponsel dapat membuat harganya menjadi sangat rendah.

6. Periksa Sensor, Kelengkapan Fitur dan Software

Selain kondisi fisik bodi ponsel, pada sebuah smartphone Android Anda diharuskan memeriksa kondisi 'jeroannya', baik itu hardware maupun software-nya. Cobalah dulu seluruh sensor, fitur, dan software yang terdapat pada ponsel Android second yang ingin Anda beli. Bila semuanya bisa berjalan dengan baik, maka ponsel tersebut memang berada dalam kondisi prima. Bila tidak, lebih baik Anda pertimbangkan kembali.

5 Aplikasi Penguat Sinyal Gratis Untuk Android

1. Network Signal Speed Booster

Aplikasi ini berfungsi untuk mendorong performa smartphone Android Anda dalam melacak dan mendapatkan sinyal jaringan seluler yang lebih baik. Meski sejumlah pengguna menilai aplikasi ini tidak terlalu manjur untuk mengoptimalkan jaringan data internet, namun Network Signal Speed Booster cukup bisa diandalkan untuk mendukung aktivitas telepon dan pesan singkat.

2. Network Booster Free

Layaknya Fresh Network Booster, aplikasi Network Booster Free berfungsi untuk mengoptimalkan sinyal seluler yang lebih baik. Aplikasi ini diklaim mampu mengidentifikasi sinyal terbaik yang terpancar dari BTS operator seluler yang ada di sekitar Anda.

3. WiFi Booster Easy Connect

Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, WiFi Booster Easy Connect akan sangat berguna bagi Anda yang kerap memanfaatkan konektivitas WiFi. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini berfungsi untuk memperkuat sinyal WiFi dan menambah kecepatan data internet. Hebatnya lagi, ukuran file aplikasi ini sangat kecil, hanya 938 KB. Sehingga tidak memerlukan ruang besar pada memori smartphone Anda.

4. WiFi OverView 360

Selain dapat memperkuat sinyal WiFi, WiFi OverView 360 juga dapat melacak lokasi terbaik untuk jaringan WiFi. Anda dapat mengomptimalkan koneksi Wi-Fi dari informasi yang diberikan aplikasi ini, termasuk nama, kekuatan sinyal, nomor channel, dan enkripsi. Aplikasi ini juga menyediakan grafik informasi dari semua jaringan nirkabel yang tersedia dan jangkauan operasinya. Grafik informasi ini yang akan menjadi pemandu Anda dalam menentukan koneksi WiFi mana yang terbaik di sekitar Anda.

5. Open Signal Maps

Yang satu ini adalah aplikasi untuk melacak lokasi sinyal terbaik. Open Signal Maps akan membantu Anda untuk menemukan lokasi BTS terdekat dan memberikan gambaran jangakauan daya pancara sinyal dari BTS tersebut. Anda pun akan disajikan navigasi lokasi-lokasi mana saja yang mendapatkan suplai sinyal terbarik.