Jumat, 18 Desember 2009

beautiful memories in the city of bandung


Kenangan ini memberikan nilai plus tersendiri buwat basri. bagaimana suka duka kuliah, idul fitri, idul adha, tahun baru di kota bandung demi menggapai kesuksesan di masa depan untuk my parents and family in makassar....TANPA merayakan bersama orang tua,saudara,nenek,opa dan semuanya......
tapi semua itu harus lah kita mengerti dan lalui dalam hal menggapai mimpi succes.(basri LA)

INSPIRASI CINTA


Bila Cinta Berbicara Februari 29, 2008

Posted by basgant in Inspirasi.
70 comments

Bila Cinta Berbicara

Suatu ketika, seorang wanita kelihatan amat sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, dia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama- lamanya.

Atas nasihat orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Kerana merasa amat cinta kepada anaknya yang telah mati itu, ia amat berharap agar dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh dengan cepatnya.

Sesampainya disana, dia bertanya, “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?”

Sang Guru tidak berusaha untuk berbalah atau menghalau wanita itu kerana permintaannya yang tidak masuk akal.

Dia cuma berkata, “Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu bunga itu, kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan kembali puteramu.”

Selesai mendengar itu, wanita tersebut segera berangkat mencari kemahuan sang guru.

Dalam perjalanan, dia nampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hinggalah, dia tiba di depan rumah mewah.

“Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,”ucap wanita itu dalam hati.

Setelah mengetuk pintu, dia berkata, “saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?”

Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut bersedih. Dari dalam rumah, terlihat wajah yang tak kalah sedih.

Pemilik rumah itu menjawab, “Kamu datang ke rumah yang salah.”

Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya kerana kemalangan. Si wanita berasa amat kecewa.

Namun, dia menjadi terharu dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, “Siapa yang boleh membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?”

Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghiburkan pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup.

Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun berasa si tuan rumah sudah kelihatan lebih baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu kesedihan orang lain. Akhirnya, dia berasa bertanggungjawab untuk menghiburkan semua orang yang dikunjunginya. Hingga akhirnya, dia pun melupakan misinya.
Note :
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.

Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sekarung padi dan sejag air setelah seharian berpenat-lelah di sawah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.

Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!

Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.

Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT.

Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan untung-nasib kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.

copyright.wwwbasgant.blogspot.com

AS Nyatakan Sukses di Afganistan Meski Tak Tangkap Bin Laden

AS Nyatakan Sukses di Afganistan Meski Tak Tangkap Bin Laden

AS Nyatakan Sukses di Afganistan Meski Tak Tangkap Bin Laden
(ANTARA/REUTERS/Zohra Bensemra)
Washington (ANTARA News) - Panglima tentara wilayah Amerika Serikat Jenderal David Petraeus pada Rabu menyebut perang Washington melawan terorisme di Afganistan sebagai "berhasil", sekalipun pemimpin al Qaeda Osama bin Ladin tidak ditangkap.

"Selama ini sumberdaya sudah difokuskan secara signifikan untuk menangkap bin Ladin dan kendati ia tidak ditangkap, secara keseluruhan perang melawan terorisme sudah berhasil," kata Petraeus, panglima Kendali Pusat Amerika Serikat, saat berbicara dari Kabul kepada saluran televisi Fox News.

Petraeus menyatakan bahwa sekalipun bin Laden tak tertangkap, "hasil signifikan dari perang melawan teroris itu ialah sekitar 20 pemimpin pejuang tewas, dan dalam beberapa hal ditangkap dan tak nampak lagi".

Saat menanggapi persoalan usaha melatih sejumlah besar tentara Afganistan untuk menggantikan Amerika Serikat menjelang penarikan pasukan, Petraeus mengatakan, "Tidak mudah mencapai tujuan dalam setahun mendatang atau beberapa tahun berikutnya."

"Sangat penting kami melatih sebanyak kami bisa, secepat kami bisa, tanpa mencapai kegagalan. Jumlah menjamin mutunya, tapi hanya jika mempunyai mutu layak juga," kata jenderal itu.

Presiden Barack Obama pada awal Desember mengumumkan rencana mengirim 30.000 lagi tentara Amerika Serikat ke perang di Afganistan itu, saat pasukan negara adidaya tersebut dan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO mencoba menghentikan keberhasilan pejuang Taliban dan Alqaida serta mewujudkan keamanan di pusat utama penduduk.

Sebagian besar dari 30.000 tentara Amerika Serikat, yang membentuk "gelombang" pasukan Presiden Barack Obama di Afganistan, diperkirakan tuntas pada ahir musim panas 2010, kata jurubicara Pentagon pada Senin.
Sejumlah 1.541 tentara asing, 935 di antaranya serdadu Amerika Serikat, tewas di Afganistan sejak serbuan pimpinan Amerika Serikat untuk menumbangkan pemerintah Taliban pada 2001.

Dukungan untuk tugas Amerika Serikat di Afganistan merosot sampai dasar baru, dengan hanya 44 persen dari warga negara adidaya itu menyatakan nilai perang itu sepadan dengan biayanya, kata jajak pendapat baru disiarkan pada tengah November.